Tahapan Analisis Risiko
Analisis risiko pada audit merupakan bagian yang sangat
penting yang digunakan untuk mengurangi risiko. Semakin kecil risiko maka akan
semakin besar kemungkinan meraih sasaran korporasi. Kegiatan
analisis risiko ini meliputi review
atas pengendalian intern.
Auditor internal harus mengidentifikasi kemungkinan kesalahan,
mendeteksi ketidakwajaran segala sesuatu yang memberi
tanda-tanda bahaya atau tanda-tanda risiko.
Auditor internal melakukan asesmen risiko untuk meyakini
bahwa sarana-pengendalian tertentu masih berfungsi efektif. Dalam tahap ini,
auditor juga mengidentifikasi aplikasi yang penting dan berusaha untuk memahami
pengendalian terhadap transaksi yang diproses oleh aplikasi tersebut. pada
tahap ini pula auditor dapat memutuskan apakah audit dapat diteruskan atau
mengundurkan diri dari penugasan audit.
Dalam melaksanakan kegiatan
audit tentu memiliki
beberapa resiko yang meliputi Risiko Inherent, Risiko Pengendalian, dan Risiko Deteksi.
Risiko Inherent (Inherent
Risk (IR)) adalah risiko yang muncul akibat
karakter bawaan dari suatu transaksi, seperti kompleksitas transaksi, klas transaksi, atau
kompleksitas perhitungan, aset yang mudah tercuri/digelapkan, dan ketiadaan
informasi yang sifatnya obyektif. Risiko Pengendalian (Control Risk (CR))
adalah risiko yang dapat muncul akibat kelemahan sistim pengendalian intern
(SPI) auditee, karena desainnya yang lemah atau pelaksanaanya yang tidak sesuai
desain sehingga tidak mampu mencegah potensi salahsaji yang bersifat material
dan penggelapan (fraud). Risiko Deteksi (Detection Risk (DR)) adalah risiko
yang dapat muncul akibat kegagalan auditor dalam mendeteksi adanya salahsaji
bersifat material atau penggelapan (fraud).
Berikut ini adalah tahapan-tahapan yang harus
dilakukan dalam melaksanakan kegiatan analisis risiko, yaitu :
1.
Metodologi Penilaian Risiko
Langkah
pertama untuk menentukan aturan tentang bagaimana auditor akan melakukan
manajemen risiko. Tentunya perusahaan ingin seluruh organisasi untuk
melakukannya dengan cara yang sama.
2.
Pelaksanaan Penilaian Risiko
Setelah
ditetapkan aturan, auditor dapat mulai mencari tahu potensi masalah yang
terjadi dengan membuat daftar
semua aset perusahaan, identifikasi ancaman dan kerentanan yang berkaitan dengan aset perusahaan, nilai dampak dan kemungkinan untuk setiap kombinasi dari asset, ancaman, ataupun
kerentanan dan terakhir hitung tingkat risiko.
3.
Pelaksanaan Penanganan Risiko
Terdapat 4 yang dapat
dipilih dari untuk
penanganan risiko yang tidak dapat diterima, yaitu
:
Terapkan kontrol keamanan dari Lampiran A ISO 27001, transfer risiko ke pihak
lain seperti kepada perusahaan asuransi dengan membeli polis asuransi, hindari
risiko dengan menghentikan kegiatan yang terlalu berisiko, menerima risiko jika
misalnya biaya untuk mengurangi risiko lebih tinggi dibandingkan kerusakan yang
ditimbulkan.
4.
Laporan Penilaian
Risiko
Auditor
perlu untuk mendokumentasikan segala sesuatu yang telah dilakukan. Dokumen ini
juga sangat penting karena auditor sertifikasi akan menggunakannya sebagai pedoman utama untuk audit.
5.
Dokumen Pernyataan
Pemberlakuan
Dokumen
ini menunjukkan identitas keamanan perusahaan berdasarkan hasil analisis
risiko, auditor perlu membuat daftar apa saja kontrol yang telah diterapkan,
mengapa perusahaan perlu menerapkannya dan bagaimana penerapannya.
6.
Rencana Perawatan
Risiko
Ini adalah
tujuan dari Rencana
Perawatan Risiko untuk mendefinisikan dengan
tepat siapa yang akan melaksanakan setiap
kontrol, di mana jangka waktu,
dengan yang anggaran, dll. Setelah auditor menulis dokumen ini, sangat penting untuk
mendapatkan persetujuan dari manajemen karena akan memakan waktu yang cukup dan
usaha (biaya) untuk melaksanakan semua kontrol yang telah direncanakan di sini.
Sumber Referensi : https://sis.binus.ac.id/2019/06/03/proses-audit/
https://crmsindonesia.org/publications/manajemen-risiko-bagi-auditor-part-1/ https://isoindonesiacenter.com/6-langkah-penilaian-risiko-dalam-iso-27001/
Tugas 4
Kelompok ATSI:
1.
Arief Muhammad 10117937
2.
Dheana Miralda 11117616
3.
Indah Sinthya 12117909
4.
Muhammad Rizky 14117230
5.
Rozaan Ariibah 15117407
Komentar
Posting Komentar